Tahukah anda tentang Sejarah Eco Friendly Fashion?

 Kapan sejarah awal ditemukan Eco Friendly fashion?

Sumber foto : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:StateLibQld_1_184431_Uniform_production_at_a_clothing_company_in_Brisbane_during_World_War_II.jpg 

Tahukah kalian bahwa istilah eco-fashion sudah ada sejak tahun 1940 yaitu saat masih berlangsungnya Perang Dunia II, dimana terjadi kelangkaan sumber daya yang sangat ekstrem sehingga memaksa korban perang tersebut harus memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk membuat pakaian sehari-hari. 

Sumber foto : https://time.com/5570269/earth-day-origins/

Pada tahun 1970, banyaknya permasalahan yang menyangkut tentang kesejahteraan buruh pabrik seperti penggunaan pekerja anak dibawah umur, limbah tekstil dengan volume besar, upah minimum, dan lingkungan kerja yang sangat buruk menyebabkan banyak perusahaan pemilik merek untuk berbondong-bondong mengampanyekan tentang pabrik pakaian ramah lingkungan / eco-friendly untuk dapat menarik perhatian masyarakat. Sejak saat itu eco fashion mulai dipertimbangkan untuk terus diproduksi kedepannya.

Sumber foto : https://dustfactoryvintage.com/clothing/vintage-clothing-collections/vintage-outerwear/80s-jackets/

Memasuki era 80an, istilah sustainable fashion kembali mencuat ke permukaan yang diprakarsai oleh brand terkenal seperti ESPRIT dan Patagonia, dimana mereka menggunakan istilah ‘sustainability’ ke dalam bisnisnya. Pada era tersebut, penduduk Amerika Serikat rata-rata membuang baju bekas pakai hingga 30 kilogram beratnya. Dan hal itu membuat banyaknya kritik yang masuk dari pengamat lingkungan dan industri fashion dinyatakan sebagai penyumbang kedua terbesar polusi di dunia setelah otomotif.

Sumber foto : https://thelastfashionbible.com/2019/04/18/zero-waste-fashion/

Memasuki era tahun 2000-2010, para penggiat lingkungan kembali mengangkat istilah sustainability di dalam tren fashion melalui media -media sosial. Salah satu kampanye yang diangkat yaitu dengan menggunakan hashtag #zerowaste dengan menggiatkan penggunaan baju ramah lingkungan dari segi bahan dan proses pembuatannya.

Sumber foto : https://thehoneycombers.com/singapore/sustainable-fashion-singapore/

Perkembangan tren eco-friendly fashion sulit diprediksi di masa mendatang. Akan tetapi, eco fashion akan selalu ada karena masih banyak orang-orang yang sadar akan kelestarian lingkungan ditambah lagi dengan usaha-usaha para penggiat lingkungan yang akan terus mengampanyekan tentang eco friendly fashion maupun zerowaste. Selain itu, perkembangan design dari produk eco friendly juga tentunya akan mempengaruhi tren ini. Hal ini akan memaksa para pemilik bisnis fashion untuk mempertimbangkan unsur sustainability ke dalam produknya.

Untuk dapat membantu menuju lingkungan yang lebih lestari dan mengurangi limbah industri tekstil, maka dari itu Identite menyediakan kemeja yang ramah akan lingkungan dan bisa menyerap keringat 50% dari katun karena menggunakan serat kayu eukaliptus. Anda bisa membeli produk-produk dari Identite di e-commerce kesayangan anda, serta dapatkan diskon 16% untuk setiap pembelian kemeja.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *